Cuplikan Chapter ini
Maam hari di sebuah kamar mewah yang terasa begitu tenang seorang lelaki berdiri di depan jendela besarnya Tirai tipis dibiarkan terbuka memperlihatkan gemerlap lampu kota yang berkilau bagai bintang Lelaki itu menatap keluar dalam diam kedua tangannya bersilang di dada bidangnya sementara bayangan dirinya nampak memantul samar di jendela kacanyaDi belakangnya nampak kamar luas dengan ranjang besar dengan sprei putih bersih yang tampak rapi dihiasi bantal empuk yang tertata sempur