Cuplikan Chapter ini
Hari itu langit cerah tapi berangin Titi sedang duduk di bangku kayu di sudut kecil halaman belakang kantor tempat biasanya karyawan nongkrong saat jam makan siang Ardan datang tanpa sengaja atau mungkin tanpa sengaja yang disengaja Dia membawa dua gelas kopi plastik dari warung dekat kantor Satu diberikan ke Titi tanpa banyak kataTiti menerimanya dengan senyum tipisUntuk beberapa saat mereka hanya duduk bersebelahan diam Seperti dua burung yang kebetulan berteduh di cabang y