Cuplikan Chapter ini
Hari itu kantor terasa lebih kosong dari biasanya Sebagian besar tim operasional turun ke lapangan untuk inspeksi menyisakan hanya beberapa orang yang sibuk sendiri di balik meja-meja berderet Titi berdiri di ruang pantry memutar sendok di dalam gelas kopinya Ardan masuk membawa setumpuk berkas tampang kusut seperti baru kalah perang melawan printer kantor Mereka saling melirik lalu tersenyum kecil Kode rahasia tak tertulis yang perlahan menjadi kebiasaanBreak sebentar tawar Tit