Cuplikan Chapter ini
Beberapa hari setelah insiden kopi kantor berjalan seperti biasa atau setidaknya pura-pura biasa Titi tetap perfeksionis seperti biasa membahas laporan sambil sesekali melempar candaan aneh yang membuat Ardan terpaksa belajar jadi dinding diam kokoh dan pura-pura nggak goyah Tapi tetap saja ada sesuatu yang bergeserSeperti ada benang tak kasat mata yang kini menghubungkan mereka ditarik-tarik halus oleh tangan nakal yang bahkan mereka sendiri tak mau akuiSuatu sore ketika hamp