Cuplikan Chapter ini
Sakanpari malam itu terasa lain Lampu jalanan berwarna kekuningan tenda-tenda kecil berjajar sembarangan aroma kopi hangat dan alunan gitar yang sesekali fals tapi juga terasa lebih natural Ardan datang lebih awal membawa buku catatan yang sudah bulukan Dia berdiri di antara kerumunan menatap panggung kecil seadanya di sudut jalan menungguMenunggu diaDan di antara riuh rendah suara orang-orang langkah Titi terdengarBukan karena suara sepatunya tapi karena dunia untuk sesaat s