Cuplikan Chapter ini
Malam itu setelah semua lagu habis dan semua tenda mulai dibongkar satu per satu Ardan dan Titi berjalan pelan di sepanjang Sakanpari Mereka tidak bicara banyak Tapi justru dalam diam itu ada sesuatu yang lebih ribut daripada seribu kata Ardan menggenggam buku catatannya erat-erat Setiap langkah seolah menulis puisi baru di aspal jalanan puisi tanpa kata-kata hanya tarikan napas dan detak jantung yang anehnya selalu sedikit lebih cepat saat berada di samping TitiTiti juga merasaka