Cuplikan Chapter ini
Titi menatap langit-langit kamarnya Jam sudah lewat tengah malam tapi matanya masih terbuka awas Di sudut meja ponselnya berkedip pelan notifikasi chat dari grup kantor yang saat ini terasa seperti suara serangga di musim hujan berisik tapi gampang diabaikan Yang tidak bisa dia abaikan adalah satu nama yang terus muncul di pikirannyaArdanSialanKenapa malah ArdanTiti berguling di kasur menarik selimut sampai ke atas kepala seolah bisa mengurung pikirannya sendiri Tapi itu pe