Cuplikan Chapter ini
Fajar di Lembah Danau tidak pernah hadir dengan keriuhan Kabut tebal merayap pelan dari permukaan air membungkus dahan-dahan pohon pinus dan menutupi atap seng bengkel kayu tua milik almarhum Kakek Bahri Andrew terbangun sebelum jam lima pagi Udara dingin yang menerobos masuk dari celah ventilasi kamar lantai dua terasa menggigit kulit namun rasa dingin itu justru membawa semacam kesadaran yang menenangkan sebuah pengingat bahwa ia tak lagi berada di kamar apartemennya yang ber-AC sentra