Cuplikan Chapter ini
Suara itu terdengar lagi dari bawah lantaiPanjiAku menatap lantai kayuMas Tri jugaAcil Ratna langsung berhenti bernapas seperti orang yang baru saja ingat bahwa bernapas ternyata bisa berbahayaAmang Julak berdiri Wajahnya berubahAku menatapnyaAmangJangan jawab panggilan itu Amang Julak berkata pelanSuara dari bawah rumah terdengar lagi Kali ini lebih jelasPanjiAku merasakan tengkukku dinginMas Tri berbisikDia tahu namamuAku mengangguk lalu menjawabYang lebih mengkhaw