Cuplikan Chapter ini
Pagi itu sebenarnya dimulai dengan sangat normalAku bangunMandiMinum kopiMenyisir rambut lalu berangkat kerja bersama Mas TriHari ini tidak ada suara ketukanTidak ada jendela meledakTidak ada pesan misteriusDan yang paling pentingtidak ada wajah selebar jendelaAku mulai berpikir mungkin kehidupan di Riam Gaib akhirnya sedang berdamai dengankuTernyata aku terlalu cepat berharapMenjelang siang suara orang berteriak terdengar dari arah ujung kampungPanjiAku yang sedang memperba