Cuplikan Chapter ini
Sudut Pandang Andhika RadityaAku masih duduk terdiam di kursi kayu yang keras ini mengamati setiap gerak-gerik Aruna Ruangan apartemennya terasa sunyi hanya ada suara denting sendok yang beradu dengan piring Aku memperhatikan jemarinya yang lincah menyisir rambut ke belakang lalu mengikatnya tinggi-tinggi hingga leher jenjangnya terekspos Ada noda kecap kecil di sudut bibirnya tapi ia tidak peduli Ia mengunyah makanannya dengan sangat lahap seolah-olah dunia akan kiamat jika piring i