Cuplikan Chapter ini
Aruna menarik napas panjang dan membuang rasa ragunya jauh-jauh Ini hanya Andhika batinnya ketus Dia sudah melihatku dalam kondisi paling tegang di kantor untuk apa aku peduli dia menilaiku berantakan sekarang Lagipula ini apartemenku hakku untuk terlihat seperti apa punDengan gerakan mantap Aruna menarik tuas pintu Begitu pintu terbuka sosok Andhika berdiri tegak di sana Ia masih mengenakan kemeja kantor yang lengannya digulung hingga siku tampak sangat rapi dan wangikontras se