Cuplikan Chapter ini
Pukul 0430 pagi Saat langit Jakarta masih berwarna biru gelap Aruna sudah bergulat di dapur kecil apartemennya Tidak ada lagi aroma kopi mahal dari kafe bawah pagi ini hanya ada aroma bawang putih yang ditumisIa memasak nasi dan lauk dalam porsi besar Ini untuk sarapan makan siang di kantor dan makan malam nanti gumamnya sambil menata bekal ke dalam wadah plastik Dengan cara ini ia bisa menghemat setidaknya seratus ribu rupiah sehariSetelah selesai Aruna beralih ke tumpukan piri