Cuplikan Chapter ini
BIP Bip Bip Bunyi monitor di dalam ruang isolasi ICU itu kini terdengar jauh lebih bersahabat berirama stabil pada angka sembilan puluh dua detak per menit Udara fajar yang menyusup dari balik celah ventilasi membawa aroma cairan pembersih lantai yang segar perlahan mengikis bau amis darah yang sempat mengendap di ingatan Arifin sepanjang malamDi balik dinding kaca besar Lestari terbaring dengan kepala yang sedikit miring ke kanan Selang oksigen berukuran kecil yang melingka