Cuplikan Chapter ini
Garis-garis cahaya lampu landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkelebat menjadi kilatan putih yang panjang saat ban-ban raksasa Boeing 737 itu menghantam aspal dengan hentakan keras BRAAAKTubuh Arifin tersentak maju tangannya refleks mendekap tas ransel hitam di dada dengan kekuatan penuh Suara gemuruh pembalik daya mesin jet reverse thrust menderu beringas di luar jendela memaksa burung besi itu memotong kecepatan di atas lintasan yang basah oleh sisa hujan malamJarum