Cuplikan Chapter ini
Damian nyaris membanting pintu ruang rekreasi saat ia melangkah masuk dengan napas memburu Kedua tangannya mendekap erat tubuh Fraya seolah-olah gadis itu adalah sesuatu yang sangat berharga sekaligus rapuh yang harus ia lindungi dari seluruh duniaSetelah mendudukkan Fraya dengan sangat hati-hati di atas sofa ruang rekreasi Damian segera berlutut tepat di hadapan gadis ituFraya sejak tadi hanya bisa menunduk Rasa panas akibat tamparan Alana di pipinya masih terasa begitu menyengat be