Cuplikan Chapter ini
Pria itu berdiri dari ranjang pemeriksaan yang dingin sebuah kontras yang menyengat bagi tubuh yang terbiasa dengan kemewahan tanpa kompromi Gurat wajahnya adalah peta dari keputusan-keputusan sulit yang termakan usia namun matanya masih setajam siletDikenakannya kembali kemeja birunya yang masih tampak licinsebuah masterpiece kain yang seolah menolak untuk terlihat lusuh Seorang perawat dengan jemari yang kaku karena sadar siapa pria di hadapannya membantu membetulkan kerah kemeja m