Cuplikan Chapter ini
Sore itu sunyi menyergap hanya diisi oleh suara gemersik dedaunan kering yang menari-nari tertiup angin di sekitar kaki seorang gadis kecil berambut pirang panjangAlana berdiri diam menatap pintu besi dengan ukiran ornamen bunga seperti tanaman merambat yang begitu indah di depan matanya Ia sedang menunggu seseorang sebuah penantian yang membuatnya nyaris menahan napasTangannya mendekap sekotak cokelat yang baru saja ia beli langsung dari Swiss dari salah satu gerai cokelat favorit o