Cuplikan Chapter ini
Tangis Ibu perlahan mereda dibandingkan beberapa menit sebelumnya Namun matanya masih basah Wajah itu menyimpan sisa-sisa kesedihan dan penyesalan sekaligus Sejak Tante Wulan menceritakan masa lalu Ayah Seolah-olah setiap cerita yang keluar dari mulutnya perlahan membuka pintu menuju bagian kehidupan Ayah yang selama ini sama sekali yang tidak kukenal juga Aku tumbuh bersama Ayah Aku mengenalnya sebagai Ayahku yang selalu sibuk selalu punya alasan untuk pergi pagi-pagi dan pulang keti