Cuplikan Chapter ini
Ambulans membawa Ayah melaju secepat mungkin membelah jalanan sore yang mulai padat sirenenya memecah ketenangan kompleks perumahan yang biasa tenang di jam segini Aku menaiki ambulans bersama Ayah tanganku menggenggam tangan Ayah yang dingin dan lemas sementara Ibu Kak Bara dan Kak Alya menyusul dengan motor dan mobil di belakang wajah mereka semua sama pucatnyaDari jendela kecil ambulans aku bisa melihat rumah kami yang perlahan menjauh foto-foto lama yang tadi berserakan masih te