Cuplikan Chapter ini
Keesokan harinyaRena bangun dari tidurnya ia mengusapkan matanya yang nampak masih berat Rena pun bangun lalu beranjak keluar kamar Ia berjalan ke dapur dan melihat tumpukan piring kotor di wastafel Rena mengendus kesal seraya menatap tajam pada tumpukan piring kotor itu Dengan raut wajahnya yang kesal Rena seolah terpaksa mencucinya Beberapa kali ia menghela nafas dan mengendus kesalSementara Bapak seperti biasanya Bapak duduk di teras dengan ditemani kopi rokok serta gawainyaS