Cuplikan Chapter ini
Seperti biasanya aku hanya melihat sebentar pesan Rama yang mendarat di ponselku lagi tanpa ingin membuka apalagi membalasnya Aku langsung menaruh kembali benda pipihku itu di atas meja kerjaku lalu fokus pada layar komputer di depankuHingga kini aku memang masih tidak ingin mengindahkan pesan Rama dia juga terus menelpon dan menghubungiku Bukan aku ingin membencinya namun aku ingin mengurangi interaksiku pada lawan jenis meskipun itu hanya sebatas pesan mau pun mengobrol melalui pons