Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
PROTOKOL PENGHAPUSAN
Suka
Favorit
Bagikan
9. Protokol Nol
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

Arya mencolokkan hard drive portabel. Proses penyalinan dimulai.


KIARA

(menyiapkan peralatan transmisi)

Rute unggahan sudah dibuat.


Menunggu.


ARYA

Memulai transfer. Ini akan memakan waktu tiga menit.


Bilah kemajuan muncul: 0%... 1%... 3%... Mereka menunggu. Mengamati. Jantung berdebar kencang. 8%... 12%... 17%...


INT. KANTOR KEAMANAN – WAKTU YANG SAMA


Petugas keamanan mengawasi monitor. Memperhatikan sesuatu.


Akses ruang server tercatat. Transfer data telah dimulai. Ia mengerutkan kening. Memeriksa rinciannya.


Menyadari: ini bukan pengambilan berkas biasa. Ini ekstraksi data besar-besaran.


Ia meraih alarm.


INT. RUANG SERVER – TERUSAN


45%... 51%...


ARYA

Hampir sampai.


Tiba-tiba: ALARM MENGGELEGAR. Lampu merah berkedip. Penguncian gedung dimulai.


KIARA

Mereka tahu!


ARYA

Tidak masalah. Transfer sudah 63%. Hanya butuh dua menit lagi.


70%... 74%... Gagang pintu berderak. Seseorang mencoba masuk. Pintu digedor keras.


KEAMANAN (O.S.)

Buka! Ini keamanan!


82%... 87%...


REZA

(kepada Arya dan Kiara)

Apa pun yang terjadi, teruskan unggahannya.


Ia bergerak ke pintu. Menyandarkan tubuhnya. Pintu berderak parah. Petugas keamanan mendobrak masuk. Reza bertahan. Hampir saja.


91%... 94%... 97%... 99%... 100%.


TRANSFER SELESAI.


KIARA

Ayo, ayo...


ARYA

Oke! Unggahan dimulai!


BILAH KEMAJUAN BARU: Mengunggah ke Server Internasional... 1%... 3%... 5%...


Pintu hancur berkeping-keping. Enam penjaga menyerbu masuk. Mereka menangkap Reza, membantingnya ke dinding, memborgolnya. Lalu mendekati Arya dan Kiara di terminal.


KAPTEN PENJAGA

Hentikan unggahan itu. Sekarang.


ARYA

Tidak bisa.


KAPTEN PENJAGA

(menghunus senjata)

Minggir atau kutembak!


Unggahan: 17%... 21%...


KIARA

(tetap bekerja)

Kalau begitu, tembak saja.


Sang kapten ragu-ragu. Menyadari bahwa orang-orang ini tidak takut. Siap mati.


Ia berbicara ke radionya:


KAPTEN PENJAGA

Aktifkan Protokol Nol. Terjadi pelanggaran keamanan aktif.


Radio berderak:


RADIO (V.O.)

Protokol Nol dikonfirmasi. Aktivasi dalam tiga menit.


Arya dan Kiara saling bertukar pandang. Mereka tahu artinya. Penghapusan otomatis. Seketika. Tanpa interogasi.


Unggahan: 34%... 39%... Estimasi waktu: 36 menit lagi.


ARYA

(kepada Kiara)

Apa pun yang terjadi, jangan putuskan sambungan.


KIARA

Aku tidak akan.


Sang kapten mendekat. Tangannya mendarat di bahu Kiara. Reza meronta melawan penjaga yang menahannya.


REZA

Jangan sentuh dia!


KAPTEN PENJAGA

Nona, saya bertanya untuk terakhir kalinya—


Unggahan: 47%... 52%...


Jari Kiara melayang di atas tombol ENTER. Perintah terakhir sudah masuk antrean.


Hanya dengan satu ketukan, semuanya langsung terunggah. Tanpa filter. Mentah. Tetapi tidak lengkap. Atau menunggu: kumpulan data lengkap yang terverifikasi, tetapi berisiko dihentikan.


Ia menatap Arya. Arya mengangguk. Selesaikan apa yang telah mereka mulai.


KIARA

(kepada sang kapten)

Kalau mau menghentikanku, Bapak harus membunuhku.


Ia menekan ENTER.


PENGUNGGAHAN DIPERCEPAT...


JALUR BERLAPIS DIAKTIFKAN... TIDAK DAPAT DIINTERUPSI...


60%... 68%... 74%...


KAPTEN PENJAGA

(ke radio)

Matikan daya server! Semuanya!


Tetapi Arya sudah mempersiapkan diri untuk ini. Baterai cadangan. Sumber daya listrik independen.


82%... 89%... 93%...


KAPTEN PENJAGA

(menyadari mereka telah kalah)

Protokol Nol. Aktifkan sekarang.


Para teknisi muncul membawa peralatan: elektroda, alat penghapus. Mereka mendekati Arya lebih dulu. Ia tidak melawan. Matanya terus menatap layar.


97%... 98%... 99%... 100%.


PENGUNGGAHAN SELESAI.


Arya tersenyum. Senyum tulus pertama dalam tiga puluh dua tahun.


ARYA

Rani. Kita berhasil. Untukmu.


Mesin menyala. Ia MENJERIT. Lalu hening. Tubuhnya terkulai.


Kiara berikutnya. Mereka memasang elektroda. Ia menatap Reza — ayah yang nyaris tak dikenalnya. Kini ia mengerti.


KIARA

Ayah. Aku bangga pada Ayah.


REZA

(air mata mengalir deras)

Kiara—


Mesin menyala. Jeritannya terhenti. Hening. Ia telah pergi.


Reza yang terakhir. Mereka menyeretnya ke kursi. Ia tidak melawan. Tidak memohon. Hanya menerima. Ia telah mengecewakan Rani. Tetapi ia menyelamatkan misi Kiara. Menyelamatkan ribuan nyawa. Itu cukup. Pasti ada artinya.


REZA

(berbisik, saat mesin dinyalakan)

Maafkan aku, Dina. Maafkan aku karena aku tidak bisa—


Mesin menyala. Dunia baginya menjadi putih.


Lalu tidak ada apa-apa.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)