Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
MALAM ITU
INT. APARTEMEN ARYA – MALAM
Diubah menjadi pusat komando. Banyak layar. Server berdengung lancar. Kabel berserakan di mana-mana.
Kiara di salah satu terminal, menganalisis data, memetakan jaringan. Arya di sudut lain, menulis kode, menyiapkan peralatan infiltrasi.
Reza masuk. Baru tiba. Sudah memutuskan.
ARYA
(tidak berbalik)
Aku bertanya-tanya apakah kamu akan datang.
REZA
Aku tidak bisa membiarkan Kiara melakukan ini sendirian.
KIARA
(meliriknya)
Aku bisa mengurusnya sendiri.
REZA
Ayah tahu. Tapi kamu tidak seharusnya melakukannya sendirian.
Hening sejenak. Kiara mengangguk. Tanda setuju.
ARYA
(berbalik ke Reza)
Kamu mengerti apa yang kita lakukan? Berapa harganya?
REZA
Gedung CIPTA NUSANTARA ADIDAYA Corp. Empat puluh lantai. Ruang server di Lantai 7.
ARYA
Ruang server berisi basis data utama. Setiap penghapusan. Setiap pemindahan. Setiap orang hilang. Tiga puluh tahun kejahatan.
KIARA
Aku sudah menganalisis keamanan mereka. Sistem masuk biometrik. Autentikasi ganda. Cadangan data berlapis. Hampir mustahil diretas dari jarak jauh.
ARYA
Tapi Reza punya akses pengawas senior. Izin keamanan level 7.
REZA
Aksesku berakhir tengah malam ini. Enam jam lagi.
ARYA
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengunggah seluruh basis data?
KIARA
Kurang lebih empat puluh menit. Kita harus tetap terhubung selama itu.
REZA
Mereka akan mendeteksi penyusupan dalam lima menit.
ARYA
Aku tahu. Jadi kita harus bertahan tiga puluh lima menit sambil dikejar. Keamanan. Polisi. Mungkin militer.
REZA
Dan ketika mereka menangkap kita?
ARYA
Protokol aktif. Penghapusan otomatis. Kita lenyap.
KIARA
Kecuali unggahannya selesai lebih dulu. Kalau data sudah dipublikasikan, mereka tidak bisa menghapus semua orang yang mengetahuinya. Tidak bisa menghapus bukti.
REZA
Bunuh diri digital.
ARYA
Ya. Kita mengorbankan diri untuk menyelamatkan informasi.
Keheningan panjang. Beban dari apa yang akan mereka lakukan.
KIARA
Ada satu hal lagi.
Ia membuka sebuah berkas dan menampilkannya.
KIARA
Kutemukan di data awal. Daftar target. Orang-orang yang dijadwalkan untuk dihapus dalam tujuh puluh dua jam ke depan.
LAYAR MENAMPILKAN: 237 NAMA. ALAMAT. FOTO. ORANG-ORANG NYATA.
KIARA
Kalau kita tidak menghentikan ini malam ini, semua orang ini akan lenyap. Keluarga mereka. Teman mereka. Seluruh hidup mereka.
Reza menelusuri daftar itu. Berhenti pada satu nama.
REZA
Orang ini. Bekerja di departemenku. Aku mengenalnya. Dia punya dua anak.
KIARA
Menurut kriteria mereka, dia mempertanyakan metrik produktivitas. Menyarankan perubahan kebijakan. Ditandai sebagai pengaruh yang mengganggu.
REZA
Jadi mereka akan menghapusnya? Seorang ibu? Karena itu?
ARYA
Itulah yang mereka lakukan. Itulah yang selalu mereka lakukan.
Reza menatap layar. Melihat wajah-wajah itu. Orang-orang sungguhan. Bukan statistik.
REZA
Kapan kita mulai?
EXT. GEDUNG CNA CORP – MALAM (23:47)
Struktur kaca menjulang tinggi. Sebagian besar gelap. Kru malam yang minim.
Kamera keamanan ada di mana-mana. Tetapi Reza tahu titik-titik yang tidak terjangkau kamera.
Van Arya terparkir di tempat parkir pengunjung. Peralatan sudah dimuat.
INT. VAN – TERUSAN
Reza, Arya, dan Kiara melakukan persiapan terakhir. Earphone. Telepon terenkripsi. Server portabel. Flashdisk berisi alat ekstraksi.
ARYA
Ingat: masuk ke ruang server. Pasang peralatan. Mulai pengunggahan. Bertahan selama empat puluh menit.
KIARA
Aku sudah mengarahkan unggahan lewat tujuh belas server proxy di dua belas negara. Bahkan kalau mereka melacaknya, mereka tetap tidak bisa menghentikannya.
REZA
Kecuali kalau mereka memutus koneksi kita.
KIARA
Kecuali itu.
ARYA
(kepada Reza)
Kamu masih bisa mundur. Aku dan Kiara bisa—
REZA
Kita sudah membicarakan ini. Aku ikut.
Ia melihat jam tangannya: 23:52.
REZA
Aksesku berakhir delapan menit lagi. Kita harus sudah di dalam sebelum itu.
Mereka keluar dari van. Berjalan menuju gedung. Santai. Normal. Tiga karyawan yang bekerja lembur.
INT. CNA CORP – LOBI – TERUSAN
Seorang SATPAM di meja resepsionis menatap monitor. Bosan.
REZA
(akrab pada satpam)
Larut malam. Ada berkas ketinggalan di kantor.
SATPAM
Pak Reza. Katanya Bapak sudah mengundurkan diri. Kok malam-malam di sini?
REZA
Iya. Menyelesaikan urusan yang belum beres.
Ia memindai kartu akses. BEEP. Lampu hijau.
SATPAM
Mereka bersama Bapak?
REZA
Kontraktor. Pengambilan data. Sudah diotorisasi.
Satpam memeriksa komputer. Izin akses Reza masih aktif.
SATPAM
Oke. Isi data mereka.
Arya dan Kiara menandatangani buku tamu dengan nama palsu. Satpam tidak peduli.
Mereka menuju lift.
INT. LIFT – TERUSAN
Naik. Melewati lantai demi lantai: 1... 2... 3... Hening. Tegang. Inilah saatnya. 4... 5... 6...
ARYA
(berbisik)
Kamera di ruang server ada di jaringan terpisah. Aku bisa memutar rekaman ulang selama enam menit. Setelah itu, mereka akan tahu.
7.
TING. Pintu terbuka.
INT. LEVEL 7 – KORIDOR
Kosong. Sunyi. Pintu keamanan di ujung.
Reza mendekat. Memindai kartu.
BEEP. Lampu merah. AKSES DITOLAK.
Ia mencoba lagi. BEEP. Lampu merah.
KIARA
Ada apa?
REZA
Mereka menonaktifkan aksesku lebih awal.
ARYA
Bisa di-override?
REZA
Tidak tanpa kode pengawas.
KIARA
Jadi kita terkunci di luar?
Reza berpikir. Lalu mengeluarkan ponselnya. Menekan sebuah nomor.
REZA
(di telepon)
Ini Reza. Aku butuh bantuan.
INT. KANTOR KEAMANAN – INTERCUT
Seorang PETUGAS KEAMANAN menerima telepon sambil menatap monitor.
PETUGAS KEAMANAN
(di telepon)
Pak Reza?
REZA (V.O.)
Aktifkan kembali aksesku. Sementara saja. Sepuluh menit. Aku meninggalkan berkas penting di ruang server.
PETUGAS KEAMANAN
Pak Reza, Bapak tahu saya tidak bisa—
REZA (V.O.)
Tolong. Permintaan terakhir. Hanya sepuluh menit.
Petugas itu ragu-ragu. Melihat layar. Kembali menatap komputer.
PETUGAS KEAMANAN
(menghela napas)
Sepuluh menit. Itu saja.
Ia mengetik. Mengaktifkan kembali akses.
PETUGAS KEAMANAN
Selesai. Tapi sistemnya akan menonaktifkan diri lagi secara otomatis.
REZA (V.O.)
Itu saja yang kubutuhkan. Terima kasih.
Telepon ditutup.
INT. LEVEL 7 – KORIDOR
Reza memindai lagi.
BEEP. Lampu hijau. PINTU TERBUKA.
Mereka masuk dengan cepat.
INT. RUANG SERVER – TERUSAN
Dingin. Berdengung. Deretan server membentang dalam kegelapan. Cahaya LED biru.
Persis seperti yang digambarkan Arya. Risetnya akurat.
ARYA
(berpindah ke terminal)
Kiara, siapkan ekstraksi. Aku urus enkripsinya.
KIARA
(membongkar peralatan)
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjebolnya?
ARYA
Sudah jebol. Persiapannya bertahun-tahun.
Jari-jarinya melesat di atas keyboard. Baris-baris kode bergulir.
LAYAR: AKSES DIBERIKAN.
SEDANG MEMUAT BASIS DATA UTAMA...