Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
PROTOKOL PENGHAPUSAN
Suka
Favorit
Bagikan
8. Level Tujuh
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

MALAM ITU


INT. APARTEMEN ARYA – MALAM


Diubah menjadi pusat komando. Banyak layar. Server berdengung lancar. Kabel berserakan di mana-mana.


Kiara di salah satu terminal, menganalisis data, memetakan jaringan. Arya di sudut lain, menulis kode, menyiapkan peralatan infiltrasi.


Reza masuk. Baru tiba. Sudah memutuskan.


ARYA

(tidak berbalik)

Aku bertanya-tanya apakah kamu akan datang.


REZA

Aku tidak bisa membiarkan Kiara melakukan ini sendirian.


KIARA

(meliriknya)

Aku bisa mengurusnya sendiri.


REZA

Ayah tahu. Tapi kamu tidak seharusnya melakukannya sendirian.


Hening sejenak. Kiara mengangguk. Tanda setuju.


ARYA

(berbalik ke Reza)

Kamu mengerti apa yang kita lakukan? Berapa harganya?


REZA

Gedung CIPTA NUSANTARA ADIDAYA Corp. Empat puluh lantai. Ruang server di Lantai 7.


ARYA

Ruang server berisi basis data utama. Setiap penghapusan. Setiap pemindahan. Setiap orang hilang. Tiga puluh tahun kejahatan.


KIARA

Aku sudah menganalisis keamanan mereka. Sistem masuk biometrik. Autentikasi ganda. Cadangan data berlapis. Hampir mustahil diretas dari jarak jauh.


ARYA

Tapi Reza punya akses pengawas senior. Izin keamanan level 7.


REZA

Aksesku berakhir tengah malam ini. Enam jam lagi.


ARYA

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengunggah seluruh basis data?


KIARA

Kurang lebih empat puluh menit. Kita harus tetap terhubung selama itu.


REZA

Mereka akan mendeteksi penyusupan dalam lima menit.


ARYA

Aku tahu. Jadi kita harus bertahan tiga puluh lima menit sambil dikejar. Keamanan. Polisi. Mungkin militer.


REZA

Dan ketika mereka menangkap kita?


ARYA

Protokol aktif. Penghapusan otomatis. Kita lenyap.


KIARA

Kecuali unggahannya selesai lebih dulu. Kalau data sudah dipublikasikan, mereka tidak bisa menghapus semua orang yang mengetahuinya. Tidak bisa menghapus bukti.


REZA

Bunuh diri digital.


ARYA

Ya. Kita mengorbankan diri untuk menyelamatkan informasi.


Keheningan panjang. Beban dari apa yang akan mereka lakukan.


KIARA

Ada satu hal lagi.


Ia membuka sebuah berkas dan menampilkannya.


KIARA

Kutemukan di data awal. Daftar target. Orang-orang yang dijadwalkan untuk dihapus dalam tujuh puluh dua jam ke depan.


LAYAR MENAMPILKAN: 237 NAMA. ALAMAT. FOTO. ORANG-ORANG NYATA.


KIARA

Kalau kita tidak menghentikan ini malam ini, semua orang ini akan lenyap. Keluarga mereka. Teman mereka. Seluruh hidup mereka.


Reza menelusuri daftar itu. Berhenti pada satu nama.


REZA

Orang ini. Bekerja di departemenku. Aku mengenalnya. Dia punya dua anak.


KIARA

Menurut kriteria mereka, dia mempertanyakan metrik produktivitas. Menyarankan perubahan kebijakan. Ditandai sebagai pengaruh yang mengganggu.


REZA

Jadi mereka akan menghapusnya? Seorang ibu? Karena itu?


ARYA

Itulah yang mereka lakukan. Itulah yang selalu mereka lakukan.


Reza menatap layar. Melihat wajah-wajah itu. Orang-orang sungguhan. Bukan statistik.


REZA

Kapan kita mulai?


EXT. GEDUNG CNA CORP – MALAM (23:47)


Struktur kaca menjulang tinggi. Sebagian besar gelap. Kru malam yang minim.


Kamera keamanan ada di mana-mana. Tetapi Reza tahu titik-titik yang tidak terjangkau kamera.


Van Arya terparkir di tempat parkir pengunjung. Peralatan sudah dimuat.


INT. VAN – TERUSAN


Reza, Arya, dan Kiara melakukan persiapan terakhir. Earphone. Telepon terenkripsi. Server portabel. Flashdisk berisi alat ekstraksi.


ARYA

Ingat: masuk ke ruang server. Pasang peralatan. Mulai pengunggahan. Bertahan selama empat puluh menit.


KIARA

Aku sudah mengarahkan unggahan lewat tujuh belas server proxy di dua belas negara. Bahkan kalau mereka melacaknya, mereka tetap tidak bisa menghentikannya.


REZA

Kecuali kalau mereka memutus koneksi kita.


KIARA

Kecuali itu.


ARYA

(kepada Reza)

Kamu masih bisa mundur. Aku dan Kiara bisa—


REZA

Kita sudah membicarakan ini. Aku ikut.


Ia melihat jam tangannya: 23:52.


REZA

Aksesku berakhir delapan menit lagi. Kita harus sudah di dalam sebelum itu.


Mereka keluar dari van. Berjalan menuju gedung. Santai. Normal. Tiga karyawan yang bekerja lembur.


INT. CNA CORP – LOBI – TERUSAN


Seorang SATPAM di meja resepsionis menatap monitor. Bosan.


REZA

(akrab pada satpam)

Larut malam. Ada berkas ketinggalan di kantor.


SATPAM

Pak Reza. Katanya Bapak sudah mengundurkan diri. Kok malam-malam di sini?


REZA

Iya. Menyelesaikan urusan yang belum beres.


Ia memindai kartu akses. BEEP. Lampu hijau.


SATPAM

Mereka bersama Bapak?


REZA

Kontraktor. Pengambilan data. Sudah diotorisasi.


Satpam memeriksa komputer. Izin akses Reza masih aktif.


SATPAM

Oke. Isi data mereka.


Arya dan Kiara menandatangani buku tamu dengan nama palsu. Satpam tidak peduli.


Mereka menuju lift.


INT. LIFT – TERUSAN


Naik. Melewati lantai demi lantai: 1... 2... 3... Hening. Tegang. Inilah saatnya. 4... 5... 6...


ARYA

(berbisik)

Kamera di ruang server ada di jaringan terpisah. Aku bisa memutar rekaman ulang selama enam menit. Setelah itu, mereka akan tahu.


7.


TING. Pintu terbuka.


INT. LEVEL 7 – KORIDOR


Kosong. Sunyi. Pintu keamanan di ujung.


Reza mendekat. Memindai kartu.


BEEP. Lampu merah. AKSES DITOLAK.


Ia mencoba lagi. BEEP. Lampu merah.


KIARA

Ada apa?


REZA

Mereka menonaktifkan aksesku lebih awal.


ARYA

Bisa di-override?


REZA

Tidak tanpa kode pengawas.


KIARA

Jadi kita terkunci di luar?


Reza berpikir. Lalu mengeluarkan ponselnya. Menekan sebuah nomor.


REZA

(di telepon)

Ini Reza. Aku butuh bantuan.


INT. KANTOR KEAMANAN – INTERCUT


Seorang PETUGAS KEAMANAN menerima telepon sambil menatap monitor.


PETUGAS KEAMANAN

(di telepon)

Pak Reza?


REZA (V.O.)

Aktifkan kembali aksesku. Sementara saja. Sepuluh menit. Aku meninggalkan berkas penting di ruang server.


PETUGAS KEAMANAN

Pak Reza, Bapak tahu saya tidak bisa—


REZA (V.O.)

Tolong. Permintaan terakhir. Hanya sepuluh menit.


Petugas itu ragu-ragu. Melihat layar. Kembali menatap komputer.


PETUGAS KEAMANAN

(menghela napas)

Sepuluh menit. Itu saja.


Ia mengetik. Mengaktifkan kembali akses.


PETUGAS KEAMANAN

Selesai. Tapi sistemnya akan menonaktifkan diri lagi secara otomatis.


REZA (V.O.)

Itu saja yang kubutuhkan. Terima kasih.


Telepon ditutup.


INT. LEVEL 7 – KORIDOR


Reza memindai lagi.


BEEP. Lampu hijau. PINTU TERBUKA.


Mereka masuk dengan cepat.


INT. RUANG SERVER – TERUSAN


Dingin. Berdengung. Deretan server membentang dalam kegelapan. Cahaya LED biru.


Persis seperti yang digambarkan Arya. Risetnya akurat.


ARYA

(berpindah ke terminal)

Kiara, siapkan ekstraksi. Aku urus enkripsinya.


KIARA

(membongkar peralatan)

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjebolnya?


ARYA

Sudah jebol. Persiapannya bertahun-tahun.


Jari-jarinya melesat di atas keyboard. Baris-baris kode bergulir.


LAYAR: AKSES DIBERIKAN.


SEDANG MEMUAT BASIS DATA UTAMA...

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)