INT. RUANGAN RENTAL BAND - SORE
Sivia duduk di Meja Kasir. Ia sedang bermain Handphone. Bunga berdiri di depannya. Sivia menyadarinya.
SIVIA
Ada yang main. Bentar lagi selesai.
Bunga mengangguk. Ia duduk di Meja Kasir. Ia menopang dagu, berpikir.
Pintu terbuka. Pia keluar dari dalam dan berdiri di depan Kasir. Bunga tersadar.
BUNGA
Sejam ya?
Pia mengangguk. Ia memberikan selembar uang. Bunga mengambilnya sambil memperhatikan Pia.
BUNGA
Kamu sering rental sendirian aku perhatiin. Kamu main solo?
Pia mengangguk. Bunga mengangguk. Sesaat ia melihat Pia.
BUNGA
Kamu mau ngeband bareng aku gak?
Ekspresi Pia berubah, senang. Bunga tersadar.
BUNGA
Maaf. Aku sering di marahin sama temen aku kalau maksa orang ngeband bareng.
Ekspresi Pia berubah, sedih. Bunga memberikan kembalian ke Pia. Pia hanya diam.
BUNGA
Aku pengen teman ngeband memang mau ngeband tanpa di paksa sama sekali --
PIA
Aku... mau...
Bunga berhtenti, menunggu Pia bicara. Pia hanya diam.
BUNGA
Kamu mau? mau apa? kembaliannya masih kurang?
Pia menggeleng.
BUNGA
Terus apa?
Pia tidak menjawab, ia hanya diam. Bunga melihat Pia, serius.
BUNGA
Aku boleh tanya, gak?
Pia mengangguk.
BUNGA
Tujuan kamu main gitar apa?
Pia tidak menjawab, ia melihat Bunga.
BUNGA
Pertanyaan aku aneh, ya? Sorry. Gak usah di pikirin --
PIA
Aku... aku main gitar itu biar bisa senang-senang.
Bunga melihat Pia, serius. Pia menjadi salah tingkah. Bunga mengangguk.
PIA
Tapi aku mau... mau ngeband bareng Kakak --
Dengan cepat Pia berlari keluar Rental. Bunga bingung melihat Pia.
BUNGA
Senang-senang, ya?
Bunga berpikir.
EXT. DEPAN RENTAL BAND - SORE
Pia berdiri di depan pintu masuk.
PIA
Aku mau ngeband bareng kakak.
Pia menghela nafas, panjang. Ia berjalan pergi dari situ.
INT. STUDIO REKAMAN - MALAM
Bunga berjalan membawa Bekal dan meletakannya di samping Luna yang serius mendengarkan lagu melalui Headphone. Luna tersadar, ia melepaskan Headphone dan memberikannya kepada Bunga. Ia memakainya.
LUNA
Gimana?
Luna mendengarkan lagu itu. Ia melepaskan headphonenya.
BUNGA
Yang nyanyi siapa?
LUNA
Delapan belas tahun. Anak artis.
BUNGA
Pengalamannya?
LUNA
Cuma cover di Youtube sama Tiktok.
BUNGA
Menurut aku oke. Lagunya gak berat. Gak banyak teknik yang di pake.
LUNA
Lagunya oke. Suaranya yang gak.
BUNGA
Enak banget bilang suara orang gak oke.
LUNA
Aku Luna Memoria. Bebas mau ngomong apa.
BUNGA
Tapi Kakak ambil uangnya juga, kan?
LUNA
Sial. Ini kalau bukan karena Orang Tuanya senior aku di label lama. Gak mau aku ambil. Mana Anaknya songong lagi. Jam Karet. Moody-an. Rekaman tapi gayanya mau konser. Udah gitu pake acara bawa kru Vlognya. Kan kesel.
BUNGA
Kenapa gak nolak?
LUNA
Om David yang minta tolong.
Ada jeda di antara mereka.
LUNA
Om David yang megang label Kakak sekarang.
BUNGA
Iya, aku tahu. Pantesan Ibu suruh aku bilang ke Bapak.
LUNA
Kamu mau?
BUNGA
Punya Bapak Artis, tinggal bilang bisa langsung terkenal. Terus di buatin lagu sama produser. Bisa masuk label besar gak harus kirim demo dulu. Kurang apa lagi coba.
Luna tersenyum mendengarnya.
BUNGA
Kalau aku kayak gitu juga, Kakak marah, gak?
LUNA
HAH?! APAA?!
BUNGA
Gak jadi, Kak. Gak jadi.
Luna menghela nafas, panjang. Ia mengambil bekal itu dan membukanya, ia tersenyum. Ia memakan bekal itu. Bunga tersenyum melihatnya.
BUNGA
Kak, kayaknya aku udah tahu tujuan aku ngeband apa.
LUNA
Tapi?
BUNGA
Aku masih belum yakin sama jawaban aku.
LUNA
Kenapa?
BUNGA
Karena aku belum tahu jawaban Kakak. Bos bilang waktu dia sama kakak ngeband itu karena mau terkenal.
LUNA
Sivia ngomong gitu?
Bunga mengangguk.
LUNA
Sivia itu orangnya ikut arus. Jadi kalau dia bilang mau terkenal itu pasti gara-gara Melani.
BUNGA
Vokalis Memoria.
Luna mengangguk sambil menguyah makanan. Bunga mengunggu.
LUNA
Sebenarnya kami ngeband itu cuma mau senang-senang. Ngeband, gaya-gayaan. Manggung sana sini. Bikin lagu terus rekaman di studio itu aja udah jadi pencapaian buat kami waktu itu. Tapi waktu itu label kakak dulu kontak. Bilang mau di kontrak. Jadilah tujuan kami ngeband yang awalnya mau senang-senang itu berubah. Melani sama Sivia bilang mau terkenal. Indah --
BUNGA
Basis Memoria --
LUNA
Bilang mau punya banyak uang.
BUNGA
Kakak?
LUNA
Biar bisa jadi pro.
Bunga hanya diam. Luna melanjutkan makannya.
LUNA
Buat kamu yang mau ngeband. Pasti banyak mikirn mau jadi inilah, mau jadi itulah. Itu wajar. Tapi jangan lupaiin alasan pertama kamu mau ngeband. Dan buat kakak itu mau senang-senang.
Bunga melihat Luna, serius. Luna melanjutkan makannya.
LUNA
Enak banget.
Bunga berpikir.
INT. KAMAR BUNGA - RUMAH BUNGA - MALAM
Bunga melihat Handphone dalam gelap di kamarnya. Ia menonton MV Memoria, "Lepaskan Diriku"
Terlihat di Video itu Anggota Memoria berakting dan bernyani bersama sebagai band. Terlihat Sivia yang memaikan Drum dan Luna di Gitar.
Bunga melihat serius MV itu.
Bunga bangun dari tidurnya, ia melihat Gitarnya di sudut ruangan.
INT. DEPAN KAMAR LUKITA - RUMAH BUNGA - MALAM
Bunga berdiri di depan kamar Lukita. Tangannya ingin mengetok, tapi tidak jadi. Ia menarik nafas, mengeluarkanya.
LUKITA (O.S)
Bunga.
Bunga melihat ke samping. Lukita berdiri di sana. Mereka saling melihat.
CUT TO:
INT. RUANG TENGAH - RUMAH BUNGA - MALAM
Bunga dan Lukita duduk berhadapan.
BUNGA
Bunga udah tahu tujuan bunga ngeband.
Lukita menunggu jawaban Bunga. Bunga menarik nafas, pelan.
BUNGA
Bunga ngeband buat senang-senang.
LUKITA
Kenapa?
BUNGA
Simple, Bu. Musik itu harusnya di nikamti dan di bawa senang-senang. Kenapa kita harus stres karena ngeband dan nikmatin musik.
LUKITA
Dan kamu percaya Ibu terima jawaban kamu?
BUNGA
Ibu gak terima jawaban Bunga gak apa-apa. Tapi buat sekarang itu jawaban yang Bunga punya. Mungkin minggu depan beda lagi atau bulan depan beda lagi.
Ada jeda di antara mereka.
BUNGA
Tapi ada satu hal yang pasti. Bunga iri lihat orang bisa ngeband sambil menikmati ngeband itu sendiri. Suka dukanya ngeband dan Bunga juga pengen negerasain itu juga.
LUKITA
Walaupun kamu tahu gak gampang kumpulin orang buat ngeband.
BUNGA
Bunga tahu. Tapi Bunga yakin Bunga bisa kumpulin orang-orang yang sepemikiran kayak Bunga.
LUKITA
Ibu sebenarnya gak pernah larang kamu buat ngeband, Bunga.
BUNGA
Terus kenapa Ibu tanya tujuan Bunga buat ngeband?
LUKITA
Ibu cuma mau tahu apa tujuan kamu masih sama waktu kamu di kirimin gitar dari Bapak kamu.
BUNGA
Waktu Bunga bilang mau jadi kayak Bapak? mungkin awal-awal iya. Tapi sekarang udah gak.
LUKITA
Karena kamu mau ngeband bukan karena orang lain?
BUNGA
Bunga mau ngeband karena kemauan Bunga sendiri.
LUKITA
Ibu gak masalah kamu mau ngeband atau gak. Tapi Ibu cuma mau apa yang kamu lakuin itu karena kemauan kamu sendiri. Bukan karena Bapak kamu atau Ibu.
BUNGA
Ibu gak marah Bunga ngeband?
LUKITA
Kenapa Ibu harus marah? kamu ngeband itu karena kamu suka. Yang jadi masalah buat itu justru kamu mau ngeband biar banyak fans, terkenal, banyak uang.
BUNGA
Ibu. Itu zaman Ibu. Zaman Bunga udah gak kayak gitu lagi.
LUKITA
...Itu maksud Ibu.
BUNGA
Makasih, Bu.
Lukita tersenyum. Bunga juga tersenyum.
LUKITA
Kamu bilang ke Bapak kamu mau ngeband?
BUNGA
Gak. Karena ini gak ada hubungannya sama dia.
LUKITA
Padahal kamu pasti terkenal kalau jual nama Bapak kamu.
BUNGA
Memang. Tapi kalau dari awal itu tujuan Bunga. Bunga gak di sini bicara sama Ibu.
Mereka berdua tersenyum.
EXT. KORIDOR - SEKOLAH - PAGI
Bunga berlari dengan kencang di Koridor Sekolah. Ia melewati Anak-anak Murid yang berjalan.
Ia berhenti di depan kelas. Nafasnya tersengal-sengal. Ia mengatur nafasnya.
Ia berjalan masuk ke dalam kelas.
INT. KELAS - SEKOLAH - PAGI
Hayley terkejut melihat Bunga berlari ke tempatnya. Ia melepaskan Headset yang terpasang.
BUNGA
Hayley. Aku udah tahu jawaban aku apa.
Hayley hanya diam.
BUNGA
BUAT SENANG-SENANG! DAN IBU IZININ AKU NGEBAND!
Bunga mengepalkan tangannya ke atas. Hayley hanya melihat Bunga, serius.
BUNGA
Akhirnya aku bisa ngeband. Kali ini official di izinin Ibu.
Bunga tertawa mendengar kata-katanya sendiri.
BUNGA
Beban aku kayak ke angkat gitu waktu Ibu bilang izinin aku ngeband lagi...
Hayley hanya melihat Bunga, perlahan-lahan suara di sekeliling Hayley menjadi sunyi dan suara Bunga perlahan-lahan menghilang.
Tak ada suara di sekeliling Hayley. Tapi ia masih bisa melihat Bunga terus bicara dengan ekspresi bahagianya.
Hayley hanya melihat Bunga, datar.
HAYLEY (V.O)
Sial.
FADE OUT.