Cuplikan Chapter ini
Pagi itu langit tampak mendungAwan menggantung rendah seolah ikut membawa beban yang sejak beberapa bulan terakhir tinggal di dalam dada AnaMobil yang dikendarai Gana melaju pelan menuju rumah sakit Tidak banyak percakapan di antara mereka pagi ituBukan karena tidak ada yang ingin dibicarakanTetapi karena keduanya sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masingAna duduk sambil memegang ujung bajunya sendiri Sesekali ia menarik napas panjang lalu membuangnya perlahanGana melirik istrinya