Cuplikan Chapter ini
Malam itu Ana tidur lebih cepat dari biasanyaTubuhnya terasa lelah setelah beberapa hari sulit tidur Pikirannya terus berjalan tanpa henti membuat dadanya sesak meski rumah sedang baik-baik sajaGana mematikan lampu kamar perlahan lalu berbaring di samping istrinyaTidur ya SayangAna mengangguk kecilNamun jauh di dalam dirinya ada sesuatu yang masih terasa kosongAna berdiri di sebuah tempat asingLangit terlihat mendung Udara dingin Dan di depannya ada kubangan air besar penuh lum