Cuplikan Chapter ini
Malam itu rumah terasa sangat tenangAlia dan Ali sudah tidur sejak tadi Hujan turun kecil di luar rumah meninggalkan suara rintik yang samar di atapAna duduk di lantai ruang tengah sambil memeluk lututnya Di depannya ada secangkir teh yang sudah dingin sejak satu jam laluPikirannya kembali penuhKadang ia merasa mulai membaikKadang ia kembali tenggelamDan malam itu adalah salah satu malam yang beratGana keluar dari dapur membawa dua potong roti hangat lalu duduk di samping istrinya