Cuplikan Chapter ini
Pagi membisu dan dingin sedang suara air terjun terdengar dari kejauhan manakala Ranib dan Binar duduk bersisian Kabut yang membubung dari butiran-butiran air terjun menciptakan keagungan misterius Kabut putih itu bagai menuliskan simbol agung pemilik semestaRanib tersipu malu manakala mencuri pandang senyum manis yang menguntai pada wajah Binar Dan Ranib memberanikan diri untuk bertanya Binar mantra apa yang kauucapkan sehingga si Hidung Panjang lenyap sekejapan mata ditelan cahayaB