Cuplikan Chapter ini
Malam pekat menaungi jamban-jamban di empang tempat Nenek Resami dan warga Samartani lainnya apabila buang hajatNamun ada hening di dalam empang berwarna lumut itu Keheningan yang bukan sekadar sunyi melainkan kesenyapan yang mencekam seolah-olah air empang yang kental itu tengah menahan napasnya Angin malam berdesir membawa kabar duka yang menyusup ke setiap celah bebatuan dan akar teratai Kabar itu dingin menusuk hingga ke relung yang paling dalamPara tai yang berada di empang itu d