Cuplikan Chapter ini
Sewengi gundah menunggu-nunggu batang hidung empat orang yang melakukan misi pencarian senjata pemusnah asap hitam pekat Di batas Desa Samartani dengan gapura kayu yang batangnya banyak keropos nyaris ambruk dia melangkah doyong kiri bolak-balik membawa keresahan di hati Kedua pergelangan lengannya berada di belakang pinggang dengan satu telapak tangan menggenggam pergelangan tangan pasangannya Wajah penuh harap akan kabar baik tampak ketika sesekali dia menoleh pada satu ufuk langit t