Cuplikan Chapter ini
Panas Jakarta masih menusuk kulit ketika Sarah akhirnya tiba di depan kantornya Dadanya terasa berat seperti ada batu yang menekan dari dalam Bukan hanya karena laporan bulanan yang belum siap sepenuhnya bukan hanya karena hutang-hutang yang mengejarnya seperti bayang-bayang yang tidak pernah hilang tapi juga karena ketidakpastian hubungannya dengan Samuel yang semakin menyiksaPagi itu Sarah berhenti sejenak di depan pintu gedung kantor menunduk menutup mataYa Allah kenapa hidupku