1. Leitstar (Leitstern): Istilah bahasa Jerman yang dipopulerkan oleh Soekarno, bermakna "bintang pimpinan" atau "bintang penunjuk jalan" bagi pelaut untuk mencapai tujuan dengan selamat.
2. Celah Hermeneutik: Ruang atau kemungkinan multi-interpretasi dalam ilmu tafsir (hermeneutika) teks, yang membuat sebuah aturan atau kalimat abstrak bisa dimaknai sangat berbeda tergantung siapa yang menafsirkannya.
3. Sinkretisme: Perpaduan, percampuran, atau upaya menyatukan aliran, doktrin, atau paham yang sebenarnya berbeda dan sering kali memiliki asas yang saling bertentangan.
4. Asas Tunggal: Kebijakan politik rezim Orde Baru melalui UU No. 3 Tahun 1985 yang mewajibkan seluruh organisasi masyarakat dan partai politik untuk menggunakan Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi, menyingkirkan asas-asas lain termasuk agama.
5. Subversif (Subversi): Tindakan, gerakan, atau niat yang bertujuan meruntuhkan, menggulingkan, atau menghancurkan tatanan kekuasaan dan institusi negara yang sah. Pada masa Orde Baru, istilah ini sering digunakan secara elastis untuk memenjarakan oposisi.