Finally, cerita ini sampai di penghujungnya, guys 🥹
First of all, aku mau bilang makasih banyak buat kalian semua yang udah rela nyempetin waktu untuk ngikutin cerita ini sampai selesai.
Jujur, aku sadar banget pasti ada beberapa hal di cerita ini yang mungkin enggak sesuai sama ekspektasi kalian, dan jelas masih banyak kekurangan. To be honest, aku sendiri sempat lumayan kewalahan pas nulis cerita ini. Bahasannya cukup berat, apalagi buat aku yang emang punya family issue (duh, malah jadi oversharing, hehehe).
But, as a writer yang pengen terus berkembang, aku berusaha profesional dan komit buat nyelesaiin apa yang udah aku mulai. Dan alhamdulillah, akhirnya cerita ini bisa tuntas tepat sebelum deadline. ðŸ˜
Sama kaya yang aku bilang tadi, cerita ini jauh dari kata sempurna. Begitu juga dengan karakter-karakter di dalamnya. Berkaca dari karakter Nina: dibesarkan di keluarga angkat yang menuntut ekspektasi tinggi, punya keluarga kandung yang serba kekurangan, diejek karena anak angkat dan anak dari ibu autis, serta semua kondisi yang jauh dari kata ideal, dia tetap belajar untuk embrace semua hal di sekitarnya, even when the world is being so cruel to her.
Basically, lewat cerita ini ada 3 poin utama yang pengen banget aku soroti:
• Menerima ketidaksempurnaan
Tujuan awal aku nulis ini simpel: pengen ngingetin kalau dunia ini mungkin emang jahat, tapi tetap memilih untuk berbuat baik itu bukan sebuah kesalahan. Stay kind enggak akan pernah bikin kamu rugi. Mulai aja dulu dari diri sendiri dan coba terima semua ketidaksempurnaan dengan lapang dada. Because sometimes, great things come from broken pieces.
• Berdamai dengan orang tua
Please, selagi orang tua kalian masih ada, sayangi dan hargai mereka. Seburuk atau se-tidak sempurna apa pun mereka, they are still your parents yang udah bikin kamu ada di dunia ini. Suka atau enggak, hubungan itu bakal tetap ada.
• Tetap jadi diri sendiri meski dalam tekanan
No matter how hard life hits you, jangan sampai kamu kehilangan jati diri kamu. Be yourself, dan tetap pegang teguh kebaikan yang kamu punya.
Sekali lagi, thank you so much guys. Stay kind, and always be yourself!
Much love,
Riani.