Cuplikan Chapter ini
Siang itu Nina dan Oma Cempaka duduk tegak di ruang konsultasi Harum antiseptik yang tajam menyengat indra penciuman memperkeruh suasana cemas yang menggantung di antara merekaWajah kedua perempuan itu pias Tatapan mereka terkunci pada sosok pria berjas putih di seberang meja menanti kalimat pertama yang keluar dari bibirnyaBaik Ibu Cempaka Setelah pemeriksaan fisik awal tadi ada beberapa hal yang perlu saya pastikan untuk memperkuat dugaan sementara kami ujar sang dokter S