Cuplikan Chapter ini
Setelah perdebatan sengit semalam dengan Bayu dan Naila Nina kembali meringkuk di kamar ibunyaDi luar Oma Cempaka mencoba menyibukkan diri dengan pesanan jahitannya Tangannya gemetar memegang kain pola sementara dadanya sesak oleh duka yang tak kunjung redaDi usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan ia kehilangan arah Dulu setiap jam dalam hidupnya berputar untuk merawat putri tunggalnya yang berkebutuhan khususKayuhan mesin jahit itu perlahan terhentiOma Cempaka men