Cuplikan Chapter ini
Langkah kaki Nina terasa berat sewaktu menyusuri koridor sekolah Tubuhnya bergerak nyaris tanpa tenaga membelah hiruk-pikuk pagi yang perlahan memudar begitu ia melangkah masuk ke kelasIa langsung menghempaskan diri di bangkunya lalu menyandarkan dagu ke atas mejaNadin yang duduk tepat di sampingnya menghentikan goresan penanya Ia menatap Nina dengan kening berkerutNin Lo kenapa Pagi-pagi ngelamun aja Kesambet baru tahu rasa seloroh Nadin santaiNina menoleh pelan Dar