Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Dilahirkan dari rahim ibu disabilitas mental akibat kesalahan masa lalu, Nina tumbuh menjadi siswi SMA pemberontak yang muak dengan dunia.
Di rumah, ia memakai topeng anak penurut demi orang tua angkatnya. Di sekolah, ia membalas dendam pada lingkungan yang merundungnya dengan menjadi murid pembangkang.
Hidupnya berputar saat sang wali kelas menunjuk Marvel—siswa bermental rapuh yang dirumorkan sebagai pembunuh—untuk menjadi tutor akademiknya.
Di luar dugaan, proses belajar itu menjadi "simbiosis mutualisme".
Saat sudut pandang hidup Nina yang blak-blakan perlahan menyembuhkan mental Marvel, kemalangan baru justru kembali menghantam hidup Nina.
Marvel menawarkan uluran tangan dengan tulus, namun ego dan rasa rendah diri Nina menolaknya mentah-mentah.
Fakta bahwa Marvel punya segalanya untuk bangkit, memaksa Nina menelan kenyataan pahit: ia tidak punya apa-apa untuk dibanggakan.
Di antara tuntutan dan penghakiman dunia, akankah Nina membiarkan dirinya diselamatkan, atau memilih tenggelam bersama takdirnya?
"My Dear Nina" — Kisah tentang gadis yang terlalu keras kepala untuk menyerah pada dunia.