Cuplikan Chapter ini
Warung Makan Budhe Narti Jakarta Pusat Matahari siang Jakarta bersinar terik tapi kali ini tidak ada awan mendung yang menggantung di atas kepala Raka Suara sutil beradu dengan wajan terdengar riuh Aroma soto ayam mengepul menggugah selera Raka sedang sibuk mengelap meja pelanggan yang baru saja pergi Gerakannya tidak lagi setangkas dulu Setiap kali dia melangkah kaki kanannya sedikit diseret Dia berjalan pincang dibantu oleh sebuah tongkat kayu sederhana yang kini menjadi teman ba