Cuplikan Chapter ini
Stasiun Pasar SenenHiruk pikuk stasiun pagi itu tidak mampu mengusir rasa sepi di hati Raka Dia berdiri di peron tas gunung besar tersampir di bahunya Isinya sederhana pakaian ganti senter golok peninggalan Bapak dan beberapa bungkus garam kasar dari BudheSebelum naik ke kereta ekonomi tujuan Jawa Timur Raka mengeluarkan ponselnya Dia menatap layar sebentar ragu lalu menekan tombol panggilTuut TuutHalo Kak Raka Suara Celine terdengar cerah meski masih sedikit sengauHat