Cuplikan Chapter ini
Suara jangkrik di pekarangan rumah tua itu menjadi satu-satunya pengisi keheningan Raka duduk bersila di bale-bale bambu menatap lekat-lekat Kalung Kayu Stigi di tangannya Liontin itu seharian ini terasa panas seolah menyimpan amarah yang tak kunjung padamBudhe panggil Raka pelan memecah kesunyianBudhe Narti meletakkan cangkir teh melatinya Iya LeKenapa kalung ini reaktif banget sama Celine Raka sering liat hantu lain bahkan sering papasan sama orang yang punya bawaan tapi kalun