Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Demi ketenangan untuk menyelesaikan proyek terbesar dalam kariernya, Kirana (30 tahun)—seorang wanita karier yang perfeksionis dan gila kerja—memutuskan pindah ke sebuah rumah tua bergaya kolonial di pinggiran kota yang sunyi. Bagi Kirana yang selalu mengandalkan logika, rumah itu adalah tempat pelarian yang sempurna.
Namun, kesunyian itu tidak bertahan lama. Semuanya bermula dari sekelebat bayangan di sudut mata setiap kali dia melewati cermin antik di kamar utamanya.
Gangguan kecil itu perlahan berubah menjadi teror visual yang nyata: tulisan misterius di kaca yang berembun, hingga munculnya sosok gadis kecil berusia 7 tahun bernama Kiki di balik permukaan cermin.
Awalnya, Kirana mengira dia sedang kehilangan kewarasannya akibat kelelahan ekstrem. Namun, Kiki bukan sekadar hantu penunggu rumah. Sosok kecil itu tahu semua rahasia, ketakutan, dan bahkan mulai memberikan "bisikan" manipulatif yang perlahan mengubah perilaku Kirana di dunia nyata. Kirana menjadi impulsif, emosional, dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Saat Kirana mencoba memutus lingkaran teror tersebut, dia justru menemukan kenyataan yang lebih mengerikan: Kiki tidak bisa ditinggalkan di rumah itu, karena Kiki selalu ada di setiap cermin yang Kirana temui.
Penyelidikan mendalam membawa Kirana kembali ke masa lalu yang sengaja dia kubur. Amnesia masa kecilnya perlahan terkoyak, membongkar fakta bahwa Kiki bukanlah entitas asing. Dia adalah *inner child* Kirana yang terluka akibat trauma masa lalu yang ekstrem—kepribadian yang terpecah dan kini menuntut balas, siap mengambil alih tubuh Kirana sepenuhnya.
Di ambang kehancuran karier, hubungan sosial, dan kewarasannya, Kirana harus memilih di depan cermin antik itu: terus menyangkal dan hancur, atau menghadapi monster dari masa lalunya sendiri.