Cuplikan Chapter ini
Gue langsung membeku Cangkir teh di tangan gue bergetar pelan Mata gue terpaku pada layar seolah seluruh dunia berhenti berputarSonya Nama itu melintas di kepala gue seperti sebuah desir angin yang membawa seluruh ingatan kembali Senyumnya Caranya berbicara Caranya melihat dunia Semuanya hadir sekaligus terlalu cepat terlalu kuat Tiba-tiba saluran televisi berganti Sesuatu di dalam dada gue seperti disentak Tolong jangan diganti suara gue memotong udara lebih cepat daripada pi