Cuplikan Chapter ini
Sudah seminggu berlalu sejak dunia menutup mata terakhir Joana Seminggu sejak tanah basah itu menelan namanya perlahan seperti ingin menahan gue agar tidak pergi dari tepi kuburnya Tapi ternyata bukan tanah yang menahan gue Melainkan rasa kehilangan yang menggantung tanpa bentukdiam tapi menekan dada seperti seseorang meletakkan batu besar di atas napas gueSetiap pagi gue bangun sebelum alarm berbunyi Bukan karena gue siap memulai hari tapi karena tidur sudah tidak punya arti apa-a