Cuplikan Chapter ini
Lima bulan kemudianCahaya putih dari lampu studio memantul lembut di permukaan meja kaca Suhu ruangan sedikit lebih dinginjenis dingin yang membuat napas kita terasa lebih nyata Di hadapan gue seorang reporter wanita dari stasiun televisi nasional duduk dengan senyum ramahnya sementara kru di belakangnya sibuk mengatur angle kameraHalo Kak Sonya Bagaimana kabarnya tanyanya suara lembut namun tegas seperti seseorang yang terbiasa memulai percakapan penting Gue menghirup napas perl