Cuplikan Chapter ini
Mata kami bertabrakan Seketika ia tersenyum ramah Aku memandang lurus tanpa ekspresiBisa minta waktumu sebentar Dik Perlahan ia mendekat menatapku penuh takjimAda apa Kak Mataku menelisik ke luar ruanganAku sendirian Sepertinya ia paham Kita keluar sebentar yuk warung terdekat sajaTapi aku sedang sibuk KakHanya beberapa menit Aku janji Aku menarik napas lebih panjang meletakkan tumpukan koran ke samping mejaKami berjalan beriringan tanpa kata menuju sebuah wa