Cuplikan Chapter ini
Aku menaiki angkot seperti biasanya Kali ini bukan untuk menuju tempat perkuliahan Mampir di daerah keramain pergi cukup jauh dari tempat tinggal Armand Kebingungan seketika melanda harus kemana sekarang Langkahku mulai tak tentu arah Menyusuri sudut-sudut jalan Otakku terus berputar Uang di tangan tidak seberapa Perut mulai minta diisi Lapar sekali Kucari tempat makan yang sangat sederhana sambil berpikir apa yang harus kulakukan setelah iniLetih dan lelah terus mendera hingga