Cuplikan Chapter ini
Pagi begitu cerah Ismail Lia Fanny juga Armand telah menunggu Semua keperluanku selama di kota telah aku persiapkan sejak jauh-jauh hari Berat sungguh berat Kukuatkan hati untuk terus melangkah Tetap semangat mantap ke depan demi menggapai cita-cita Sebuah sejarah kehidupan baru saja dimulaiTidak ada tangisan ataupun derai air mata yang membajiri pipi saat Ibu Bapak dan saudara lainnya melepas kepergianku Tidak ada kesedihan entahlah apa yang sedang mereka pikirkan Armand m