Cuplikan Chapter ini
Malam kembali menyelimutinyaKenangan itu perlahan memudar seperti kabut yang tersapu angin malammembawa kembali dirinya pada kenyataanSeo Yeon kembali pada langkahnya yang masih tertatih di trotoar sepi Koper kecil di tangannya terasa semakin berat seolah membawa seluruh masa lalu yang baru saja ia ingatLampu-lampu jalan memantulkan bayangan panjang di aspal Udara dingin Seoul menusuk lebih dalam berbeda dengan sejuknya Bandung yang masih terasa hangat dalam ingatannyaIa berhenti sej