Cuplikan Chapter ini
Kota SemarangLangkah keempat sebelum menginjakkan kaki di tanah yang memberi CahayaLangit pagi di Semarang menyambut dengan angin laut yang lembut seolah ingin menyapa para pengelana dari negeri jauh Seo Yeon berdiri di pelataran Gereja Blenduk memandang arsitektur kolonial yang megah dan kokoh Dinding putih dan kubah tembaga gereja itu bagai jendela yang terbuka ke masa laluIndah sekali ucap Seo Yeon pelan napasnya tertahanPuspa tersenyum Dulu gereja ini jadi pusat aktivitas